Postingan

Who am I?

Gambar
Hi...I'm REKA DONA SAVITA NUGRAINI from Kediri, East Java. You can call me Dona .💕 Im 18 years old, and I had been interested in spicy since childhood.. No wonder if i can cook any variant of spicy so well😂 First of all, this blog just one of mine. If u more interested with me, u can look for my older blog and follow my g+ at rekaaini nugraini . U will find my others blog first. or my e-mail📩 @rekaaininugraini77@gmail.com Sorry if i just rarely to post anything , cause some reason who i can't tell one by one. If I have some mistaken in English, please forgive me. Cause Im still amateur in English😂 hopefully all my posts will satisfy readers😇.
FEBRUARI, TAPI AKU TETAP SAMA. Terimakasih. Sampai malam terakhir di Januari ini, aku masih saja berharap ucapan seamat pagi darimu esok pagi. Kukira aku akan kehilangan semua tentangmu di Januari, setelah beberapa pertanyaan yang kulontarkan seminggu lalu. Aku hanya ingin tahu seberapa pentingkah aku dimatamu. Apakah aku ini berbeda dari yang lain atau hanya sekedar pengusir rasa bosanmu. Harusnya kamu tahu, aku kalah... hingga aku luluh kedalamnya, sampai aku merasa terjebak dan tenggelam dalam perasaan berharap. Runtuh sudah pertahananku untuk tak berharap selain pada Rab-ku. Hebat memang, terimakasih.   Aku tak tau harus bicara apalagi, tapi yang jelas aku khawatir akan kondisimu sekarang. Semoga cepat sembuh, do’a ku untukmu yang ada ribuan km dari belahan bumi dimana aku berpijak. Ingat, nikmat yang sering dilupakan manusia diantaranya adalah nikmat sehat dan waktu luang. Jangan sampai keinginan mengisi waktu luangmu malah merusak kesehatanmu. Mungkin sudah saatnya kamu ...

MENYUSUN HARAPAN

Gambar
"Aku pernah merasakan seluruh kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia".-Ali bin Abi Thalib r.a. Mungkin kalimat itu yang menjadikanku kuat untuk melangitkan segala harapan pada Tuhan(Allah swt), meski tak bisa kupungkiri, makhluk-Nya juga sering kali menjajakan harapan. Aku pun juga demikian, kadang terlena dan terbuai harap pada sesama makhluk-Nya. Sejak aku patah kemarin, entah mengapa rasa hati lebih hati-hati dalam menghadapi setiap hati. Meski sebelumnya aku juga lakukan hal sama, namun rasanya kali ini berbeda. Sebelumnya kubiarkan hati ini menjaga dirinya sendiri, hingga kubiarkan dia(sebut saja Sendal Jepit) yg membawa harapan indah itu datang. Salahku memang... sempat diriku sendiri membantunya membangun harapan harapan megah bersamanya, dan membuat tembok tembok yg perlahan meninggi di sekelilingku, tanpa kubiarkan seorang pun memanjatnya dan hanya Sendal jepit-lah yg punya kuncinya. Namun ternyata aku terlalu naif. Sudah...semuany...

PEREMPUAN BUNGKAM

Gambar
Assalamualaikum shalihah... Bagaimana kabar hatimu? Masih konsistenkah dengan diam? Masihkah kamu telaten untuk menyebut nama itu dalam do’a akhir shalatmu? Masihkah kamu sabar menunggu? Selama ini aku terbungkam, diam, tak bersuara, melihatnya dari kejauhan sudah sangat cukup rasnya. Ya...memang kita istimewa, kita berbeda, dan kita punya kehormatan yang harus dipelihara. Memang jatuh cinta adalah fitrah setiap manusia di muka bumi ini. Namun, kita sebagai perempuan selayaknya meyadari sepenuhnya   bahwa fitrah kita adalah menunggu, dan hak kita adalah menolak. Mereka(laki-laki) memiliki hak sendiri untuk memilih kita, dan kadang datang lalu pergi sesuka hati. Kuakui, diriku sendiri kerap meronta....kerap logikaku memaksa untuk meneriakkan perasaan yang sungguh tumbuh subur ketika kuberikan sedikit saja celah untuk tumbuh. Lalu bagaimana aku seharusnnya? Ingin aku menanyakan pada ia, apa maksudnya? Mengapa? Kenapa harus aku? Apakah aku yang terlalu terbawa perasaan? Kuakui ka...

PENIKMAT FAJAR DAN PEMBURU SENJA

Gambar
PENIKMAT FAJAR DAN PEMBURU SENJA Awalnya, kamu adalah fajar yang perlahan muncul menghangatkan hariku, namun nyatanya aku salah. Mungkin aku yang terlalu bodoh untuk meletakkan hati ini diatas tembikar hatimu. Aku bodoh!!! Ya memang aku bodoh. Kamu sudah pernah berkata jangan pernah ada harap, cukup percaya saja semua ucapan yang keluar dari mulutmu adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Bodohnya, aku terus membawa namamu memasuki bilik hatiku yang selama ini tertutup. Dan yang lebih bodoh lagi, aku menganggap kamu benar-benar fajarku yang menghangatkan, dan aku adalah perempuan yang meneduhkanmu dari teriknya siang. Memang aku bodoh. Tau kenapa? Karena sungguh aku sebelumnya telah  berjanji pada diri sendiri untuk tak akan pernah membawa diri ini jatuh terlalu dalam.karena jujur, sebelum aku mengira kamu adalah fajar, aku melihatmu seperti mendung. Aku bosan melihat tingkahmu. Aku lelah melihat rupamu. Namun nyatanya karma itu membalikkan hatiku. Aku jatuh.... ya ak...