Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

PEREMPUAN BUNGKAM

Gambar
Assalamualaikum shalihah... Bagaimana kabar hatimu? Masih konsistenkah dengan diam? Masihkah kamu telaten untuk menyebut nama itu dalam do’a akhir shalatmu? Masihkah kamu sabar menunggu? Selama ini aku terbungkam, diam, tak bersuara, melihatnya dari kejauhan sudah sangat cukup rasnya. Ya...memang kita istimewa, kita berbeda, dan kita punya kehormatan yang harus dipelihara. Memang jatuh cinta adalah fitrah setiap manusia di muka bumi ini. Namun, kita sebagai perempuan selayaknya meyadari sepenuhnya   bahwa fitrah kita adalah menunggu, dan hak kita adalah menolak. Mereka(laki-laki) memiliki hak sendiri untuk memilih kita, dan kadang datang lalu pergi sesuka hati. Kuakui, diriku sendiri kerap meronta....kerap logikaku memaksa untuk meneriakkan perasaan yang sungguh tumbuh subur ketika kuberikan sedikit saja celah untuk tumbuh. Lalu bagaimana aku seharusnnya? Ingin aku menanyakan pada ia, apa maksudnya? Mengapa? Kenapa harus aku? Apakah aku yang terlalu terbawa perasaan? Kuakui ka...

PENIKMAT FAJAR DAN PEMBURU SENJA

Gambar
PENIKMAT FAJAR DAN PEMBURU SENJA Awalnya, kamu adalah fajar yang perlahan muncul menghangatkan hariku, namun nyatanya aku salah. Mungkin aku yang terlalu bodoh untuk meletakkan hati ini diatas tembikar hatimu. Aku bodoh!!! Ya memang aku bodoh. Kamu sudah pernah berkata jangan pernah ada harap, cukup percaya saja semua ucapan yang keluar dari mulutmu adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Bodohnya, aku terus membawa namamu memasuki bilik hatiku yang selama ini tertutup. Dan yang lebih bodoh lagi, aku menganggap kamu benar-benar fajarku yang menghangatkan, dan aku adalah perempuan yang meneduhkanmu dari teriknya siang. Memang aku bodoh. Tau kenapa? Karena sungguh aku sebelumnya telah  berjanji pada diri sendiri untuk tak akan pernah membawa diri ini jatuh terlalu dalam.karena jujur, sebelum aku mengira kamu adalah fajar, aku melihatmu seperti mendung. Aku bosan melihat tingkahmu. Aku lelah melihat rupamu. Namun nyatanya karma itu membalikkan hatiku. Aku jatuh.... ya ak...