FEBRUARI, TAPI AKU TETAP SAMA.
Terimakasih. Sampai malam terakhir di Januari ini, aku
masih saja berharap ucapan seamat pagi darimu esok pagi. Kukira aku akan
kehilangan semua tentangmu di Januari, setelah beberapa pertanyaan yang
kulontarkan seminggu lalu. Aku hanya ingin tahu seberapa pentingkah aku
dimatamu. Apakah aku ini berbeda dari yang lain atau hanya sekedar pengusir
rasa bosanmu. Harusnya kamu tahu, aku kalah... hingga aku luluh kedalamnya, sampai
aku merasa terjebak dan tenggelam dalam perasaan berharap. Runtuh sudah
pertahananku untuk tak berharap selain pada Rab-ku. Hebat memang,
terimakasih. Aku tak tau harus bicara
apalagi, tapi yang jelas aku khawatir akan kondisimu sekarang. Semoga cepat
sembuh, do’a ku untukmu yang ada ribuan km dari belahan bumi dimana aku
berpijak. Ingat, nikmat yang sering dilupakan manusia diantaranya adalah nikmat sehat dan waktu luang. Jangan sampai keinginan mengisi waktu luangmu malah merusak kesehatanmu. Mungkin sudah saatnya kamu menemukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Setelah ketidakjelasan ini, ternyata aku masih sama seperti
sebelumnya, tetap nyaman....entah kenapa aku pun tak tahu. Kenapa aku bisa
sesabar dan seikhlas ini menghadapimu, aku pun tak tahu. Terimakasih, mari
warnai hari kita lagi walaupun raga kita jauh. Terimakasih sudah menjadi abang yang baik buat Dona.
Komentar
Posting Komentar